🧩 LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) 2
🌍 Menganalisis Hubungan Logis: Bencana, Kerentanan Iklim, dan Resiliensi Masyarakat
Disusun untuk Model Pembelajaran Discovery Learning & Diskusi Kritis (Deep Learning)
A. Identitas LKPD
| Komponen | Keterangan |
|---|---|
| Satuan Pendidikan | SMP Negeri (Nama Sekolah) |
| Mata Pelajaran | Ilmu Pengetahuan Sosial / IPA (Terintegrasi) |
| Kelas/Semester | IX / Ganjil |
| Topik Fokus | Hubungan Logis: Kerentanan Iklim, Resiliensi, dan Hambatan SDG 13 |
| Model Pembelajaran | Discovery Learning & Diskusi Kritis |
B. Tujuan Pembelajaran
Setelah menyelesaikan LKPD ini, peserta didik diharapkan mampu:
- Menjelaskan pentingnya konsep Resiliensi sebagai integrasi Adaptasi dan Mitigasi.
- Menganalisis hubungan logis antara Bencana Iklim Ekstrem, Kerentanan Iklim, dan Hambatan pencapaian SDG 13 (Aksi untuk Iklim).
- Mengidentifikasi dan menghubungkan strategi Adaptasi berbasis Kearifan Lokal dengan upaya Mitigasi modern.
- Menunjukkan sikap peduli melalui rekomendasi kebijakan berbasis aksi nyata.
C. Petunjuk Kegiatan
- Baca kembali ringkasan materi dan pahami Konsep Inti: Adaptasi, Mitigasi, Resiliensi, dan SDG 13.
- Jawablah semua pertanyaan di bagian Aktivitas Diskusi Kritis dengan argumen yang logis dan terstruktur.
- Gunakan sumber informasi tambahan (internet/buku) jika diperlukan untuk memperkuat analisis.
D. Aktivitas Diskusi Kritis (Deep Learning)
1. Analisis Konsep Resiliensi (Ketangguhan)
Gambar 1: Siklus Resiliensi (Adaptasi + Mitigasi) dan Konteks LKPD.
Konsep Resiliensi adalah kemampuan suatu sistem (masyarakat, ekosistem) untuk bertahan, pulih, dan berkembang setelah menghadapi guncangan. Resiliensi = Adaptasi + Mitigasi + Kemampuan Pulih Cepat.
| Pertanyaan Analisis | Jawaban dan Argumentasi |
|---|---|
| Mengapa masyarakat yang hanya berfokus pada Adaptasi (misal: membangun tanggul tinggi) tanpa melakukan Mitigasi (misal: mengurangi emisi) tidak dapat dikatakan Resilien sepenuhnya? | |
| Jelaskan satu contoh konkret (selain yang ada di materi) dari kehidupan sehari-hari (di rumah/sekolah) di mana tindakan Adaptasi dan Mitigasi dilakukan bersamaan untuk meningkatkan Resiliensi. |
Contoh Aksi: Adaptasi: Mitigasi: Peningkatan Resiliensi: |
| Jika sebuah desa memiliki teknologi modern (pompa air otomatis), tetapi gagal menjaga persatuan warganya, apakah desa tersebut dapat dikatakan Resilien? Jelaskan alasanmu! |
2. Hubungan Logis: Kerentanan, Bencana, dan Hambatan SDG 13
Gambar 2: Hubungan Logis Kerentanan Iklim dan Hambatan SDG 13.
Rumus Logis: Gagal Mitigasi & Adaptasi → Kerentanan Iklim Tinggi + Bencana Iklim Ekstrem → Hambatan Pencapaian SDG 13 (dan SDG lainnya)
| Pertanyaan Analisis | Jawaban dan Analisis |
|---|---|
| Analisis Logika: Jelaskan secara rinci, mengapa Kerentanan Tinggi (misalnya, buruknya sistem irigasi) akan memperparah dampak Bencana (misalnya, kekeringan panjang)? | |
| Koneksi Lintas SDG: Bencana banjir parah menghancurkan infrastruktur jalan dan sekolah di sebuah kabupaten. Jelaskan bagaimana kejadian ini secara langsung menghambat pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). |
Hambatan SDG 4: Hambatan SDG 8: |
| Solusi Sistemik: Menurut kelompokmu, langkah paling mendasar apa yang harus dilakukan pemerintah daerah agar mata rantai Gagal Mitigasi → Hambatan SDG 13 dapat diputus? |
3. Integrasi Kearifan Lokal dan Aksi Global
Gambar 3: Integrasi Kearifan Lokal dan Aksi Global untuk Resiliensi.
Masyarakat Indonesia telah memiliki Kearifan Lokal (KL) yang secara alami mengandung unsur Adaptasi dan Mitigasi. Diskusikan sinergi antara tradisi dan teknologi modern.
| Kearifan Lokal (KL) | Aksi Modern (Adaptasi / Mitigasi) | Hubungan Logis/Sinergi (Jelaskan!) |
|---|---|---|
| Subak (Bali) – Pengelolaan irigasi sawah terstruktur. | Penggunaan drone untuk pemantauan kesehatan tanaman. | |
| Rumah Panggung (Sumatera, Kalimantan) – Struktur rumah yang ditinggikan. | Sistem Peringatan Dini (Early Warning System) banjir berbasis aplikasi. | |
| Hutan Larangan (Dayak, Sunda) – Area hutan yang tidak boleh diganggu dan dianggap sakral. | Kredit Karbon (Sertifikasi global untuk jual-beli penyerapan CO₂). |
4. Proyek Aksi Nyata (Rekomendasi Kebijakan)
Tugas:
Pilih satu (1) Bencana Iklim yang paling mungkin terjadi di daerahmu. Buatlah **Rekomendasi Kebijakan** terstruktur (Adaptasi, Mitigasi, dan Resiliensi) untuk lingkungan sekolah/desa!
| REKOMENDASI KEBIJAKAN IKLIM | ||
|---|---|---|
| Bencana yang Dipilih: | ||
| Komponen Rekomendasi | Deskripsi Aksi (Rekomendasi Kebijakan) | Kaitan dengan SDG 13 |
| Adaptasi (Tindakan Penyesuaian) | ||
| Mitigasi (Tindakan Pengurangan Emisi) | ||
| Peningkatan Resiliensi (Kemampuan Pulih) | ||
E. Refleksi dan Kesimpulan Kelompok
| Pertanyaan Refleksi | Jawaban Kelompok |
|---|---|
| Apa perbedaan paling signifikan antara LKPD 1 dan LKPD 2 yang kalian rasakan? | |
| Definisikan ulang Resiliensi dengan kata-katamu sendiri setelah diskusi ini. | |
| Nilai **Pancasila** apa yang paling kuat mendukung kolaborasi antara Adaptasi, Mitigasi, dan Kearifan Lokal? Jelaskan! |
F. Penutup dan Tindak Lanjut
- Presentasi Temuan: Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis **Hubungan Logis** dan **Rekomendasi Kebijakan** di depan kelas.
- Tindak Lanjut: Lakukan **Mini Proyek Aksi Nyata** berdasarkan rekomendasi yang telah kalian buat di lingkungan sekolah, sebagai bagian dari dukungan terhadap SDG 13.
"Perubahan iklim adalah tantangan bersama, dan setiap langkah kecilmu berarti besar bagi bumi. Mari menjadi Agen Perubahan yang Resilien!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar