Bagaimana budaya bisa berubah karena iklim?
Tujuan Pembelajaran
- Menjelaskan pengertian perubahan iklim dan kaitannya
dengan budaya masyarakat.
- Mengidentifikasi dampak perubahan iklim terhadap budaya
masyarakat di Indonesia.
- Menunjukkan contoh pola adaptasi masyarakat terhadap
dampak perubahan iklim.
- Menyusun ide atau solusi kreatif dalam bentuk proyek sederhana terkait upaya adaptasi budaya terhadap perubahan iklim.
Pemahaman
Bahan Bacaan Fase Pemahaman
Judul: Perubahan Iklim dan Pengaruhnya terhadap Budaya
Masyarakat Indonesia
1. Pengertian Perubahan Iklim
Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang pada pola suhu, curah hujan,
dan kondisi cuaca bumi akibat aktivitas manusia dan faktor alam. Dampaknya
dirasakan di seluruh dunia, termasuk Indonesia, yang dikenal dengan
keanekaragaman budayanya.
2. Hubungan antara Iklim dan Budaya
Budaya masyarakat berkembang berdasarkan kondisi alam dan iklim. Iklim
memengaruhi:
·
Cara berpakaian (misalnya pakaian adat di daerah
dingin lebih tebal).
·
Pola makan (masyarakat pesisir cenderung
mengonsumsi ikan, sedangkan pegunungan mengandalkan hasil bumi).
·
Tradisi dan upacara adat (misalnya Seren
Taun di Jawa Barat yang terkait musim panen).
3. Dampak Perubahan Iklim terhadap Budaya
·
🌾 Perubahan Pola
Tanam: Petani di Bali dan Jawa mengubah waktu tanam karena curah hujan
tidak menentu.
·
🎣 Perubahan
Tradisi Nelayan: Nelayan di Sulawesi mengubah waktu melaut karena
angin dan gelombang ekstrem.
·
🏠 Perubahan
Arsitektur Rumah Adat: Beberapa masyarakat di NTT mulai meninggikan
rumah untuk menghindari banjir rob.
·
🎉 Tradisi
Musiman Berubah: Upacara adat yang dulunya mengikuti musim tertentu
kini bergeser waktunya.
·
👗 Kearifan Lokal
dalam Adaptasi: Misalnya, masyarakat Papua mulai menanam tanaman tahan
panas menggantikan tanaman tradisional yang sulit tumbuh.
4. Pentingnya Adaptasi Budaya
Adaptasi budaya adalah kemampuan masyarakat menyesuaikan diri terhadap
perubahan lingkungan tanpa kehilangan identitas budayanya. Adaptasi ini menjadi
bentuk kearifan lokal untuk menjaga kelangsungan hidup dan kelestarian
lingkungan.
📚 Petunjuk
Aktivitas untuk Siswa
Setelah membaca dan mengamati gambar:
1. Diskusikan
dalam kelompok, lalu isi tabel berikut:
|
Dampak Iklim |
Perubahan Budaya yang
Terjadi |
Daerah Contoh |
|
Musim hujan tidak menentu |
| |
|
Suhu meningkat |
| |
|
Banjir rob |
| |
|
Gelombang laut tinggi |
| |
|
Kekeringan panjang |
|
🧐 Analisis Kasus dan Pertanyaan
Pemicu (Fase Eksplorasi)
Judul Kasus: Ancaman Krisis Air dan Perubahan Ritual Budaya pada Sistem
Subak Bali
📝 Latar Belakang Kasus
Sistem Subak adalah sistem irigasi tradisional dan filosofi
sosial-keagamaan yang unik di Bali, diakui sebagai Warisan Dunia UNESCO. Sistem
ini mengatur pembagian air dari sumber mata air hingga ke sawah, di mana
seluruh prosesnya terintegrasi erat dengan ritual persembahan kepada Dewi
Kemakmuran (Dewi Sri) di Pura Ulun Suwi (Pura Subak). Pola tanam yang
diatur oleh Subak sangat bergantung pada musim dan curah hujan yang stabil.
🌍 Dampak Perubahan Iklim
Dalam beberapa tahun terakhir, perubahan iklim menyebabkan pola curah hujan
menjadi tidak menentu:
1. Kemarau
yang ekstrem dan berkepanjangan: Menyebabkan penurunan drastis pada debit
air irigasi, yang merupakan sumber kehidupan Subak.
2. Hujan
deras yang tidak sesuai musim (anomali iklim): Menyebabkan banjir lokal
atau kerusakan saluran irigasi.
📉 Perubahan Budaya yang Terjadi
1. Perubahan
Pola Tanam Tradisional: Petani terpaksa memperpendek masa tanam atau
bahkan mengganti komoditas dari padi (yang membutuhkan banyak air) ke
tanaman palawija (yang lebih tahan kering) untuk menghindari kegagalan panen.
2. Pergeseran
Ritual: Jadwal tanam dan panen yang kacau membuat ritual persembahan dan
upacara adat di Pura Subak tidak dapat dilaksanakan tepat waktu sesuai kalender
tradisional, mengancam filosofi Tri Hita Karana (keseimbangan antara
manusia, alam, dan Tuhan) yang menjadi dasar Subak.
3. Konflik
Internal: Kelangkaan air memicu potensi konflik antar-petani (anggota
Subak) karena terjadi ketidakadilan atau perebutan jatah air.
Pertanyaan Pemicu untuk Analisis Siswa (Lembar Hasil Analisis Kasus)
- Jelaskan kaitan antara Sistem Subak dengan filosofi budaya Tri Hita Karana!
- Identifikasi dua dampak spesifik perubahan iklim (anomali curah hujan) terhadap ketersediaan air yang dialami petani Subak!
- Bagaimana ancaman krisis air tersebut mengubah aspek budaya (pola tanam dan ritual keagamaan) masyarakat Bali? Berikan contohnya!
- Usulkan minimal satu ide atau solusi adaptasi budaya yang dapat dilakukan petani Subak untuk menjaga tradisi mereka di tengah ancaman perubahan iklim!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar